M Taufik, Haji Lulung dan Haji Oding Tokoh Sentrum Politisi 2017

29-12-2017 Kategori : News
Tahun 2017 menjadi momen sejarah di Jakarta yang begitu dinamis, bahkan muncul berbagai gerakan gelombang besar. Untuk wilayah DKI Jakarta sebagai barometer politik tingkat nasional mengalami berbagai dinamika. Salah satunya adalah lengsernya Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama ( Ahok ) dan Saiful Djarot.

Sebagai sentrum politik, DPRD DKI Jakarta melahirkan beberapa tokoh kontroversial yang menjadi pionir perubahan politik tahun 2017. Dari 106 politisi hanya lima orang yang sering muncul di media. Berikut Lima Politisi Kebon Sirih yang sering muncul di media sepanjang 2017 dari hasil Kajian dan Diskusi Jurnalis Jakarta di Gedung Graha Pena, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2018) dalam rilisnya dilansir Harian Terbit.

M Taufik

taufik.jpgWakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini dikenal sebagai politisi senior. Hampir setiap hari namanya selalu menghiasi media terkait soal perkembangan Ibu Kota.
 
Ketua Gerindra DKI Jakarta memang bukan wajah baru. Taufik yang kenyang pengalaman aktivis dilapangan pernah menjabat sebagai Ketua KPUD DKI. Tangan dinginnya pada Pilkada 2012 sukses mengantarkan Jokowi-Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.
 
Disaat orang tidak percaya Jokowi-Ahok akan memenangkan pilkada karena elektabilitasnya rendah dan kalah dengan Foke-Nacrowi, Taufik lah politisi pertama yang keliling kampung untuk mempromosikan Jokowi-Ahok.
 
Begitu juga dengan Pilkada 2017. Taufik-lah politisi yang cuap-cuap dan meyakini para ulama, LSM dan ormas kalau Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan menang dan jadi Gubernur dan Wakil Gubernur.  
 
Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jaya ini juga dicap sebagai musuh Ahok. “Saya mengkritik Ahok untuk kebaikan warga ibu kota. Kalau pemimpin belok harus kita kritik dong,” ungkapnya.

Haji Lulung

Haji-Lulung.jpgAbraham Lunggana atau Haji Lulung. Siapa yang tidak mengenal politisi PPP ini. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta bernama lengkap Lulung Lunggana sering melawan arus hingga dipecat dari PPP lantaran tidak mendukung Ahok-Djarot di pilkada.
 
Namanya, kian melambung saat berseteru dengan Ahok lantaran dituduh sebagai penguasa Tanah Abang. Yang menarik, ramalan Lulung soal Ahok terbukti benar.
 
Pertama, ramalannya bahwa Ahok tidak akan maju pada Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Ketika itu, Lulung berjanji akan memotong telinganya jika Ahok berani mencalonkan diri lewat jalur nonpartai. Ramalan Lulung memang terbukti.
 
Yang paling fenomenal, Lulung memprediksi Ahok akan kalah dalam Pilkada DKI 2017. Lulung menjelaskan dia bersedia memotong telinga dan hidung jika Ahok memenangi kursi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.


Haji Oding

hajioding.jpgNamanya mulai jadi perbincangan publik setelah memimpin Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. Nama politisi Golkar yang biasa disapa Oding sempat terkerek lantaran secara terbuka mendukung pencalonan Yusril Ihza Mahendra sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.
 
Padahal Golkar mendukung Ahok-Djarot. Oding juga tercatat pernah menolak Ketua Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. Lika liku perjalanan Haji Oding terus menggema setelah Anis-Sandi memenangkan pertarungan gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta pada 2017.
 
Dia pernah menjabat Sekretaris dan ketua fraksi hingga Plt Ketua Golkar DKI.  Haji Oding juga dikenal dengan lobi-nya dalam memperjuangkan masyarakat Betawi. Saat ini Bamus Betawi melalui tangan dinginnya akan menancapkan ke dunia Teknologi Informasi melalui berbagai program, salah satunya adalah e-Commers berbasis pengusaha-pengusaha dan UMKM Betawi. (mir)